Assalamualaikum. Saat melihat mesin jahit, ingatan saya langsung melayang ke almarhumah Mamah. Semasa hidupnya, Mama saya juga seorang penjahit. Keterampilan menjahit itu sangat penting untuk menopang perekonomian keluarga kami dulu. Sebagai anak, enaknya punya mama seorang penjahit itu bisa punya banyak baju baru. Mama sering membuat baju dari sisa-sisa bahan. Setelah Mama meninggal, terasa sekali kehilangannya, terutama karena kami sudah tidak lagi mudah mendapatkan baju baru. Kalau mau baju baru ya harus beli. Sebenarnya saya sudah banyak belajar menjahit dari Mama. Dulu saya sering membuat baju-baju untuk boneka. Saya juga pernah membuat selimut dari kain perca. Menjahit itu memang membutuhkan kesabaran, ketelitian, dan ketelatenan. Hasil jahitan saya kurang sempurna karena suka terburu-buru. Setelah punya anak, rasanya saya ingin bisa menjahit lagi terutama supaya bisa menjahit pakaian anak-anak yang sobek. Biasanya saya jahit pakai tangan, tapi kurang kuat karena nanti sobek lagi...