Cetakan kedua Assalamualaikum. Menghadapi pagi dengan setumpuk cucian piring di wastafel dan cucian baju di dalam mesin, aku menyantap sepiring nasi goreng sisa sarapan anak-anak dan suamiku yang tidak habis. Sementara itu, anakku yang bungsu sedang main game di handphoneku. Dia akan pergi bimbel nanti siang selama satu jam saja karena umurnya baru 4 tahun. Tubuhku pegal-pegal. Setiap hari rasanya begitu. Orang bilang, jangan sok berlaku pahlawan dengan mengambil alih semua pekerjaan. Phiuh. Seandainya ada asisten rumah tangga, siapa yang menolak. Setahun lalu, aku punya asisten. Dia berhenti karena hamil. Kemudian aku memilih untuk tidak punya asisten karena aku malas beradaptasi lagi. Tidak mudah mendapatkan asisten yang cocok. Setelah gonta-ganti asisten, hanya si Bibi itu yang cocok denganku. Aku coba melakukan semuanya sendiri. Mengapa tak minta bantuan suami? Suamiku membantu juga, tapi aku pun tahu bahwa dia menghadapi tanggung jawab nya sendiri. Setelah mengantar anak-anak...