Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Buku

Inilah Penulis, Buku Obral, dan Amal Jariyah By Teh Leyla Blog

Assalamualaikum. Tadi siang saya mendapat kiriman email dari penerbit yang memberikan kabar tentang naskah novel saya. Saya diminta mengirim sinopsis lengkap untuk diajukan ke Editor in Chief penerbit tersebut. Yah, akhirnya setelah naskah itu malas-malasan saya ajukan ke penerbit, sekarang ada perkembangannya juga. Sudah hampir dua tahun saya tidak menerbitkan novel. Memang, waktu untuk menulis novel tergeser oleh ngeblog. Makanya kalau ada teman yang bilang (dan ini banyak yang bilang), rejeki saya ada di novel bla bla bla. Yeaaah, saya sudah hampir dua tahun tidak menerima royalti dari novel-novel. Tahu kan, kondisi perbukuan saat ini sedang buruk? Novel-novel yang saya pamerkan di medsos adalah terbitan lama yang sudah tidak ada royaltinya. Novel-novel yang diobral itu sudah tidak memberikan royalti untuk penulisnya. Harga novel obral hanya 5 ribu-10 ribu saja. Mengenaskan, memang. Tidak heran sih, karena kita (bahkan saya) lebih suka pegang Smartphone daripada buku. Orang semakin ...

Inilah Think Fresh!: Mantra-mantra Danny Oei Wirianto untuk Meraih Sukses By Teh Leyla Blog

Pagi itu saya menaiki kereta commuter Jadebotabek yang sudah penuh penumpang. Seperti biasa, saya harus berdiri karena sudah tidak kebagian kursi. Perjalanan masih jauh, dari Stasiun Citayam ke Sudirman kurang lebih 45 menit kalau lancar. Alih-alih mengambil ponsel, saya malah mengeluarkan buku mungil berjudul Think Fresh! karya Danny Oei Wirianto yang baru diterbitkan di Gramedia Pustaka Utama. Sementara itu, beberapa orang penumpang yang beruntung mendapatkan tempat duduk, sibuk dengan ponselnya. Mereka membuka beberapa aplikasi media sosial yang sudah umum. Saya juga tergoda sesekali, tapi saya putuskan untuk fokus membaca buku mungil ini. Rasanya kepala saya memang perlu disegarkan, karena sudah jarang membaca buku.  Think Fresh! kovernya mewakili isinya. Sebuah jeruk dengan warna kuning oranye yang segar. Penulisnya, Danny Oei Wirianto adalah seorang pengusaha digital. Dunia digital kini sedang "panas-panasnya." Bahkan, saya pun ikut tercebur di dalamnya. Tetapi, Danny t...

Inilah Alhamdulillah, Buku Istri dan Suami yang Dirindukan Surga Cetak Ulang! By Teh Leyla Blog

Assalamualaikum. Selamat hari raya Idul Fitri buat teman-teman yang merayakan. Mohon maaf lahir dan batin atas segala kesalahan selama kita berinteraksi di blog ini ya. Tahun ini saya lebaran di Garut lagi. Biasanya selang-seling Garut-Ciputat (rumah orangtua saya). Sebelum berangkat ke Garut, saya pamit dulu ke Pak RT, titip rumah. Eh, Pak RT memberikan sebuah paket yang rupanya dititipkan oleh kurir karena kurirnya takut ke rumah saya. Maklum, banyak anjingnya hehehe.... Dari luar terlihat amplop Mizan. Saya pikir dapat parcel *kode, ternyata tiga eksemplar buku Istri dan Suami yang Dirindukan Surga. Masya Allah, ternyata benar kalau buku itu cetak ulang! Maaf ya kalau saya lebay, soalnya saya tidak menyangka. Akhirnya buku ini terbebas dari kutukan 2000 eksemplar. Di masa ketika buku sulit dijual karena orang-orang lebih senang baca gadget, buku saya bisa terjual lebih dari 2000 eksemplar. Terima kasih untuk semua pembaca yang sudah membeli buku ini. Saya pribadi berharap buku ini t...

Inilah Rezeki Tak Ke Mana, Walau Tak Ke Mana-mana? By Teh Leyla Blog

Salim selalu melarang mamanya pergi :D Assalamu'alaikum. Pagi ini saya teringat percakapan kemarin malam dengan suami. Gara-gara saya melihat seorang teman memposting foto-fotonya sewaktu sedang traveling ke luar negeri. Ya, mungkin karena saya baper plus iri. Teman saya sudah mewujudkan sebagian mimpi masa kecil saya. Keliling dunia. Siapa yang tidak mau? Sedangkan saya, punya passport saja belum. Jangankan keliling dunia, mau ikut acara blogger saja tidak lolos seleksi. Astaghfirullah, semoga saya tidak jatuh ke dalam kufur nikmat.  "Masih ingat nggak si Mbak itu, yang dulu foto-fotonya ada di komputerku? Dia belum nikah juga sampai sekarang, tapi udah pelesiran ke luar negeri," kata saya. Suami seperti langsung tahu arah pembicaraan saya.  "Maksudnya apa? Mama nyesel udah nikah dan nggak bisa ke mana-mana?"  "Ya, itulah konsekuensi dari sebuah pilihan. Menikah tapi nggak bisa ke mana-mana atau nggak nikah-nikah tapi bebas ke mana-mana?"  Percakapan ...