"Ma... maiin...." "Sebentar ya, Mama mau kerja dulu." Pernah merasakan hal yang sama? Saat sedang dikejar deadline, si kecil merecoki. Bekerja dari rumah ternyata tak semudah yang dipikirkan. Di rumah, selain mengurus rumah tangga dan anak-anak, saya juga bekerja secara profesional sebagai penulis konten di sebuah perusahaan digital, penulis buku, mentor di sebuah kursus menulis Online, dan penulis blog. Anak-anak sudah biasa melihat saya duduk di depan laptop, tapi itu bukan berarti mereka selalu mengizinkan. Terkadang ada protes-protes kecil kalau mamanya kerja terus. Apalagi saat dikejar deadline penulisan buku yang dipesan oleh penerbit maupun deadline penulisan konten. Dalam dua minggu, misalnya, saya harus menulis sekitar 25 artikel. Saya juga pernah mendapatkan pesanan menulis buku yang harus selesai dalam 1,5 bulan. Sepertinya mudah kalau kita bisa berada di depan laptop seharian. Kenyataannya, waktu saya harus dibagi-bagi dengan mengurus rumah tangga dan...