Assalamualaikum. Semangat Senin! Suami saya sudah beberapa kali menawari berbisnis yang jauh dari profesi penulis. Awal menikah, suami mengajak saya berbisnis roti karena dulu dia pernah kerja di perusahaan pembuat tepung dan sering mengadakan demo masak di toko-toko roti. Kelihatannya dia serius sekali ingin membeli mesin-mesin pembuat roti. Bagaimana dengan saya? Saya suka roti, tapi sebatas memakannya. Saya tidak bisa (dan tidak suka) memasak. Saya hanya bisa menulis. Tapi saya seorang yang suka belajar. Jadi saya belajar memasak, termasuk membuat roti. Lebih banyak gagalnya. Suami saya bilang, bukan saya yang akan membuat roti. Saya hanya mengurusi bisnisnya. Namun sampai hari ini, toko roti itu belum terwujud. Lain waktu, suami mengajak berbisnis pakaian dengan membuka toko pakaian di mall. Lagi-lagi saya malas menjalaninya. Zaman kuliah dulu, saya pernah mencoba jualan jilbab. Ternyata saya bukan orang yang bisa bermanis mulut, menawarkan jilbab ke teman-teman agar membeli. Saya ...