Langsung ke konten utama

Inilah Quilt Workshop di Museum Tekstil By Teh Leyla Blog

Inilah Quilt Workshop di Museum Tekstil By Teh Leyla Blog - Hallo sahabat Teh Leyla yang aku sayangi dan aku rindukan, pembaca Teh Leyla Blog, Terimakasih sudah mampir di blog Teh Leyla yang sederhana ini, Saat ini artikel yang Teh Leyla tulis dengan judul Inilah Quilt Workshop di Museum Tekstil By Teh Leyla Blog, Teh Leyla sudah mempersiapkan artikel ini dengan baik untuk anda baca dan ambil informasi didalamnya. Mudah-mudahan isi postingan Artikel Museum Tekstil, Artikel Quilt, Artikel Reportase, yang Teh Leyla tulis ini dapat kamu pahami dan bisa membantu kamu. Baiklah, selamat membaca, semoga bermanfaat, Jangan lupa subcribe Blog Teh Leyla ya...??? Emmuwaaahhhhh...!!!.

Judul : Inilah Quilt Workshop di Museum Tekstil By Teh Leyla Blog
link : Inilah Quilt Workshop di Museum Tekstil By Teh Leyla Blog

Baca juga


Inilah Quilt Workshop di Museum Tekstil By Teh Leyla Blog



Assalamualaikum. Saat melihat mesin jahit, ingatan saya langsung melayang ke almarhumah Mamah. Semasa hidupnya, Mama saya juga seorang penjahit. Keterampilan menjahit itu sangat penting untuk menopang perekonomian keluarga kami dulu.


Sebagai anak, enaknya punya mama seorang penjahit itu bisa punya banyak baju baru. Mama sering membuat baju dari sisa-sisa bahan. Setelah Mama meninggal, terasa sekali kehilangannya, terutama karena kami sudah tidak lagi mudah mendapatkan baju baru. Kalau mau baju baru ya harus beli.

Sebenarnya saya sudah banyak belajar menjahit dari Mama. Dulu saya sering membuat baju-baju untuk boneka. Saya juga pernah membuat selimut dari kain perca. Menjahit itu memang membutuhkan kesabaran, ketelitian, dan ketelatenan. Hasil jahitan saya kurang sempurna karena suka terburu-buru.

Setelah punya anak, rasanya saya ingin bisa menjahit lagi terutama supaya bisa menjahit pakaian anak-anak yang sobek. Biasanya saya jahit pakai tangan, tapi kurang kuat karena nanti sobek lagi. Di workshop Quilt yang diadakan Kriya Indonesia pada tanggal 5 Maret 2017 lalu, saya kepincut dengan mesin jahit Brother yang enak banget dipakainya.

Sebelum acara dimulai, kami registrasi dulu dan makan siang. Menu makan siangnya tradisional banget, lontong pecel. Lagi-lagi mengingatkan saya pada almarhumah Mama yang semasa hidupnya suka makan pecel. Pecelnya juga mantap, enak. 



Di sela makan, Mbak Dyah Woro, tim dari Kriya Indonesia memberikan kain batik dan putih yang nantinya akan kami jahit menjadi sarung bantal. Sarung bantalnya juga bisa dibawa pulang. 

Oya, lokasi acara ini juga di Museum Tekstil, yang dekat dengan Pasar Tanah Abang. Sepanjang jalan tadi cukup padat dan sesak, namanya juga Tanah Abang. Saya ingat dulu sering menemani Mama belanja kain dan peralatan menjahit lainnya di Tanah Abang. Untuk anak kecil ya sangat menyiksa. Perjalanan jauh dan harus berdesakan dengan orang lain yang juga mau belanja.


Ibu-ibu yang punya anak kecil pasti juga repot kalau mau belanja kain di pasar. Untungnya sekarang ada toko kain online, yaitu Textilezy. Belanja kain dari rumah saja, yang penting terhubung dengan internet. Textilezy ini pionir tekstil online pertama di Indonesia yang modern, bersistem, dan berintegritas. 

Kita tinggal pesan kain di Textilezy, tidak usah jauh-jauh ke Tanah Abang dan berdesakan. Terutama untuk ibu-ibu yang masih punya anak kecil. Jenis kain yang dijual juga lengkap, ada Holden Rami, Balotelli, Bubble Crepe, Premium Crepe, dan lain-lain. 

Selesai makan dan salat, kami langsung mulai menjahit dengan mesin jahit yang bergantian. Kami akan menjahit sarung bantal quilt yang lainnya sudah dipotongkan oleh panitia. Jadi tinggal jahit saja. Eh tapi ternyata tetap harus teliti lho.


Penasaran nggak sih apa itu Quilt? Saya sendiri baru tahu namanya. Mama saya dulu hanya menjahit pakaian. Quilt itu lembaran kain yang memiliki tiga lapisan, atas, bawah, dan tengah. Lapisan tengah berisi busa pelapis yang disebut batting. Lapisan bawah disebut backing. Lapisan atas dibuat dari potongan-potongan kain perca dengan ukuran besar. Untuk menyatukan lapisan atas dan tengah dengan cara disetrika sampai lengket. 

Ketiganya dijahit dengan tangan atau mesin dan menghasilkan pola tertentu sesuai disainnya. Proses menjahitnya ini harus teliti karena menyatukan potongan-potongan kain dengan desain tertentu. Jangan sampai disainnya jadi rusak karena salah menyatukan. 

Senangnya, kami menjahit menggunakan mesin jahit Brother GS 2500. Penampilannya cakep, cara menggunakannya juga mudah. Cocok deh untuk para pemula maupun profesional. Anti gagal. 

Apa saja kelebihan dari mesin jahit Brother GS 2500? 

  1. Punya 25 Jenis Jahitan. Kita bisa memilih mau menjahit dengan teknik apa. Ada jahitan lurus, ada juga yang bergelombang supaya jahitannya lebih unik dan menarik. 
  2. Memiliki sistem 4 lubang kancing. Tinggal diganti saja sepatunya, maka kita bisa membuat lubang kancing yang sesuai keinginan. 
  3. Mudah memasang sepatu. Biasanya yang susah itu memasang sepatu ke mesin jahit. Dulu saya pernah merasakan susahnya memasang sepatu ke mesin jahit Mama. Kalau salah meletakkannya, alamat jahitan nggak bagus. Pada mesin jahit Brother ini, pemasangan sepatunya hanya tinggal menekan bagian atas sepatu. 
  4. Hemat listrik. Yang paling penting itu memang listriknya, berhubung di rumah saya cuma 900 Watt. Eh mesin jahit ini hanya butuh 51 Watt. Nggak takut tagihan listrik membengkak kan.
  5. Mudah mengatur jahitan, karena ada 6 baris gigi yang bisa diatur. Panjang jahitannya juga bisa sampai 4 cm.
  6. Built-in free Arm. Nggak usah takut jahitannya mencong-mencong karena walaupun tidak dipegang tangan, jahitan akan tetap lurus. 
  7. Pada mesinnya sudah ada pisau pemotong benang. Jadi kalau sudah selesai menjahit, tinggal dipotong dengan pisau yang ada di mesin itu. Nggak perlu nyari gunting lagi. Gunting itu termasuk benda yang sering hilang kan. Bikin repot deh kalau pusing mencari-cari gunting. 
Alhamdulillah, akhirnya saya berhasil membuat sarung bantal. Saya jadi ingin punya mesin jahitnya. Investasi yang menguntungkan. Kalau punya mesin jahit, nggak perlu belanja baju lagi. Tinggal belanja kain di Textilezy. 


Harga mesin jahit Brother GS 2500 ini kurang lebih Rp 1,9 juta. Bisa dibeli di Service Jaya Supply, www.servicejayasupply.com dan diantar sampai ke rumah. Saya sudah ada rencana membelinya. Insya Allah. 





Demikianlah Artikel pada Inilah Quilt Workshop di Museum Tekstil By Teh Leyla Blog

Sekianlah artikel yang bisa Teh Leyla sahare. sekali lagi Inilah Quilt Workshop di Museum Tekstil By Teh Leyla Blog berterimakasih banget sudah mau mampir ke blog ini, mudah-mudahan bisa memberi manfaat untuk anda semua. baiklah, sampai jumpa di postingan Teh Leyla selanjutnya, jangan lupa sering mampir ke blog ini ya, dan jangan lupa bagiakan artikel ini ke teman-teman dan sodara. Hatur suwun.

Anda sekarang membaca artikel Inilah Quilt Workshop di Museum Tekstil By Teh Leyla Blog dengan alamat link https://tehleyla.blogspot.com/2017/03/inilah-quilt-workshop-di-museum-tekstil.html

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Inilah Kangen Masakan Khas Daerahmu, Mampir Saja ke Kongkow Cafe & Delivery By Teh Leyla Blog

Foto: Sumi Djoko Assalamualaikum. Alhamdulillah ya kita tinggal di Indonesia yang punya banyak keanekaragaman, dari mulai adat istiadat, budaya, tradisi, sampai ke cita rasa kulinernya. Masakan Jawa Tengah pasti beda dengan Jawa Barat, masakan Manado beda dengan Bali, dan masih banyak lagi deh kuliner Indonesia yang enak-enak serta ngangenin (bikin kangen).  Tapi gimana ya kalau kita sedang ada di kota lain dan kangen dengan masakan khas daerah (kampung) kita? Apa harus pulang kampung dulu? Ya, belum punya dana untuk pulang kampung. Tenang, di Depok ada rumah makan yang menyajikan kuliner cita rasa khas beberapa daerah di Indonesia. Namanya, Kangen Kongkow Cafe & Delivery.  Foto: Sumi Djoko Saya sudah lama dikasih tahu Mbak Eni Martini tentang tempat kongkow (nongkrong) ini, tapi baru minggu lalu kesampaian. Padahal deket banget sih dari rumah saya. Naik KRL Commuter Jabodetabek sampai Depok Baru, lalu disambung ojek online ke lokasi cuma bayar Rp 6.000.  Hasyek, sore...

Inilah SenZues LUMI BRIGHT, untuk Kulit Lembut dan Cerah By Teh Leyla Blog

Assalamualaikum. "Duh, ini tangan item banget ya gara-gara naik motor," saya memandang punggung tangan yang warnanya lebih hitam daripada area kulit saya yang lain. Suami bilang, ya itu efek dari naik motor nggak pakai sarung tangan. Memang, saya malas pakai sarung tangan. Apalagi sarung tangannya hilang terus dimainin anak-anak. Saya sudah pakai body lotion , tapi sepertinya kurang berefek ya. Sekitar dua minggu lalu, saya mendapatkan kiriman SenZues LUMI BRIGHT ukuran 60 ml yang bisa dibawa bepergian. Luar biasanya, produk ini disegel plastik pada seluruh kemasannya. Jadi nggak bisa tuh dicoba-coba di toko. Kita juga nggak khawatir isinya berkurang gara-gara sudah dicoba orang. Sebagai produk impor dari Malaysia, penjelasan di belakang kemasannya masih menggunakan bahasa Inggris. Klaimnya:  LUMIBRIGHT knows that the key to luminous and flawless skin is to control the formation of skin pigmentation. LUMIBRIGHT contains the ative extracct of brown algae from the Atlantic Ocea...

Inilah Nikmati Citarasa Kari Khas Jepang di A&W Restoran By Teh Leyla Blog

Nikmati Citarasa Kari Khas Jepang di A&W Restoran. Masakan kari adalah masakan favorit keluarga besar suami saya. Setiap lebaran Idul Adha dan Idul Fitri, ibu mertua pasti memasak Kari Ayam sebagai teman Ketupat. Rasanya lezat sekali, anak-anak saya pun suka memakannya. Kalau pakai Kari Ayam, mereka bisa makan berkali-kali. Idul Adha kemarin, ibu mertua saya merayakannya di rumah kami. Asyiknya, ibu mertua juga membuat Kari Ayam. Memang deh, masakan itu tidak bisa dilepaskan dari hidangan hari raya dan sehari-hari. Paling tidak dalam seminggu, ibu mertua memasak Kari Ayam untuk menu keluarga. Kuah Kari yang kental dengan bumbu rempah yang lengkap adalah sumber kelezatannya. Kuahnya yang pekat dan kuning, begitu menyentuh lidah akan terasa gurih dan nikmat. Kari dikenal sebagai masakan India, tetapi cocok untuk dimakan oleh orang Indonesia karena di negara sini bisa ditemukan rempah-rempahnya dengan mudah. Nah, bagaimana dengan Kari Khas Jepang? Wow, saya malah baru tahu kalau Jepan...