Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label curahan hati

Inilah Emak Modis, Modal Diskon dan Tips Mencari Diskonan By Teh Leyla Blog

Assalamualaikum. Penampilan memang bukan segalanya, tapi segalanya bisa dimulai dari penampilan. Setelah menjadi ibu rumah tangga yang total di rumah, saya akui saya jadi malas dandan dan membeli aneka pernak-pernik kebutuhan wanita seperti baju, kosmetik, sepatu, dan tas. Saya nggak malu bepergian bersama suami memakai gamis yang terlihat seperti daster, jilbab instan yang sudah pudar warnanya, sandal jepit, dan tas yang sudah rombengan. Kalau mau beli baru, ah buat apa sih? Saya toh nggak ke mana-mana. Di rumah aja. Nggak ada yang lihat juga.  Tunik diskon 70%, celana diskon 50%+20%, pashmina diskon 50% Kalau teman-teman membaca blog ini dari pertama dibikin, pasti tahu deh perbedaan saya dulu dan sekarang. Saya aja pas lihat foto yang dulu, "Ya Allah, dulu kok aku gini amat ya?" Dan pede pula xixixi.... Lalu, mengapa sekarang saya berubah? Suamilah jawabannya.  Baca juga: Review 3 Bulan Memakai Zalfa Miracle  Suami sebenarnya menerima saya apa adanya dari dulu kok, kal...

Inilah Blogger Event: Antara "Cuti" dari Kantor dan Ke Event Bawa Anak By Teh Leyla Blog

"Ibu habis ini balik ke kantor lagi, ya?" tanya seorang blogger bapak-bapak yang duduk di sebelah saya dalam sebuah acara peluncuran gadget terbaru.  "Oh enggak, langsung pulang ke rumah," jawab saya.  "Oh gak balik ke kantor lagi ya. Saya harus cepat balik ke kantor nih. Acaranya lama juga ya," katanya sambil melirik jam tangan. Oh, rupanya bapak itu gelisah karena sudah mengambil waktu kerja di kantor dengan menghadiri event blogger. Lalu dia mengira saya juga kerja kantoran dan menyempatkan ikut event blogger. Padahal saya ibu rumah tangga, anak sudah dititipkan ke pembantu, jadi saya bisa ikutan event blogger. Baca Juga: 7 Manfaat Mengikuti Acara Blogger Versi Saya. Bukan sekali saya bertemu blogger yang punya pekerjaan di kantor, tapi ikut menghadiri event blogger pada jam kerja kantor (Senin-Jumat). Masalah buat saya? Enggak. Biar sajalah, itu urusan mereka. Enak juga sih, bisa punya pekerjaan & penghasilan ganda. Dulu saya nggak bisa begitu. Bor...

Inilah Curhat Pagi: Masak Sendiri atau Beli? By Teh Leyla Blog

Assalamu'alaikum. Pagi-pagi udah curhat. Woi, masak dolooo..... Jujur, saya mager nih ke dapur. Malas gerak. Dari awal menikah, tugas memasak itu adalah tugas yang paling tidak saya suka di antara semua pekerjaan rumah tangga.  Mungkin karena dari remaja saya jarang dikasih tugas memasak oleh almarhumah mamah. Adik saya nomor dua yang sering kebagian tugas masak. Buat saya, menghapal resep masakan itu sama seperti menghapal rumus fisika. Susah banget. Nggak paham-paham. Setelah nikah, saya belajar masak sedikit-sedikit tapi tetap nggak bisa dibilang ahli. Yah, setiap orang kan punya bakat masing-masing. Ada yang bakat memasak, belajar sedikit sudah paham dan ahli. Nah saya, belajar selama 10 tahun, masih begitu aja masakannya. Yang standar. Selain nggak bakat, saya juga malas meracik masakan sekadar nasi goreng butuh jampi-jampian dulu wkwkwk.... Apalagi kerusuhan yang terjadi setelah masak. Semua panci, wajan, peralatan dapur berkumpul di dalam wastafel. Alamak... Makin buang-buan...

Inilah I Love My Body By Teh Leyla Blog

"Aduh, saya pusing sama Ibu ini. Beli cemilan banyak banget. Pantesan gemuk." Ucapan itu membuat saya tertegun, tapi kemudian ikut tertawa deh dengan ibu-ibu yang ada di situ.  Kenyataannya, saya memang gemuk dan saya memang sedang membeli cemilan yang banyak. Tidak perlu terus menerus dikasihtau, saya sadar berat badan bertambah 20 kg setelah melahirkan anak ketiga.  Dulu saya merasa percaya diri karena perut langsing sekali. Ya iyalah, kan perut belum melar sebab melahirkan. Setelah melahirkan anak pertama dan kedua, pertambahan BB belum terlalu signifikan. Muka masih tirus. Setelah lahiran anak ketiga, baru deh keliatan gemuuukkk.... Hampir setiap orang yang bertemu saya mengatakan bahwa saya gemuk. Jadi saya sudah kebal dengan ucapan itu.  Lalu, kenapa? Diet? Yap. Itu juga sudah beberapa kali saya lakukan. Ternyata susah ya, nggak turun sekilo pun. Mungkin karena saya masih ingin menikmati hidup. Susah euy disuruh makan tanpa garam dan hanya rebus-rebusan. Suatu hari,...

Inilah Ini Bukan Manja, Hanya Phobia Bepergian Jauh Sendirian By Teh Leyla Blog

"Yah, aku dapat hadiah tiket gratis ke Bali nih. Ayah ikut ya?" "Mamah aja sendiri lah. Aku malas ke Bali." Akhirnya tiket itu hangus karena saya tidak berani ke Bali sendirian. Di lain waktu, "Yah, anterin dong ke acara blogger." "Aku kan mau istirahat. Dari Senin sampai Jumat udah capek ke kantor. Masa Sabtu Minggu harus nganterin Mamah juga? Mama jalan sendiri aja. Masa udah segede ini nggak bisa jalan sendiri. Nggak selamanya Mama harus diantar terus, kan?" Ucapan suami saya itu membuat saya teringat ucapan sahabat semasa kuliah. Ucapannya sama persis. Yap, saya ini sudah phobia pergi jauh sendirian sejak kecil. Mungkin akibat sering ditakut-takuti oleh orang tua dulunya. Jangan pergi jauh-jauh, nanti nyasar. Alhasil, saya memang sering nyasar kalau pergi jauh sendirian dan itu membuat saya phobia! Saat kuliah, saya mengandalkan sahabat saya itu. Ke mana-mana minta diantar. Saya sulit mengingat jalan dan trayek angkutan. Padahal sih gampang y...

Inilah Karena Ibu Harus Selalu Sehat By Teh Leyla Blog

"Bi, Bibi lebih baik istirahat saja dulu di rumah. Saya khawatir ada apa-apa dengan kehamilannya nanti kalau Bibi kerja berat." Akhirnya, kalimat sulit itu saya ucapkan dengan bibir saya setelah dipikir-pikir selama sebulan. Si Bibi yang usianya sudah 40 tahun dan sudah bekerja hampir dua tahun di rumah saya, terpaksa harus saya berhentikan karena hamil. Ya. Si Bibi hamil anak keempat di usia rawan. Pantas saja dia sering mengeluh sakit, pusing, tidak enak badan, dan ujung-ujungnya tidak masuk kerja. Dia bekerja di rumah saya dari pagi sampai siang, untuk membantu urusan rumah tangga. Sungguh, saya berat untuk memberhentikannya karena sudah ketergantungan. Saya memikirkan bagaimana keadaan rumah kalau tidak ada si Bibi? Dengan tiga anak usia 8,7, dan 3 tahun, saya masih kelimpungan. Ketiganya laki-laki dengan energi yang baru habis setelah jam 9 malam. Rumah berantakan melebihi kapal pecah. Belum lagi kalau mereka minta ini itu. Cucian baju, cucian piring, setrikaan, beres-be...

Inilah Ibu Juga Bekerja By Teh Leyla Blog

Nenek dan Salim Dua minggu yang lalu,  ibu mertua datang ke rumah. Sebelumnya, saya membaca status seorang teman di facebook yang merasa terganggu dengan kehadiran ibu mertua di rumahnya. Alhamdulillah, saya justru senang ketika ibu mertua datang ke rumah untuk merayakan Idul Adha dan menginap seminggu di rumah kami. Cerita tentang ibu mertua, pernah saya tuliskan dalam postingan berjudul, Ibu Mertua, Surga Kedua. Tulisan itu cukup banyak dibaca orang, barangkali karena banyak yang ingin menjalin hubungan baik dengan ibu mertuanya. Mungkin, kalau ibu mertua saya tidak baik, saya juga akan banyak mengeluh dan tidak senang saat beliau mau datang menginap. Syukurnya, ibu mertua saya memang sangat baik. Ini jadi pelajaran juga buat saya kelak bila sudah menjadi ibu mertua, harus baik dengan menantu hehe.... Ibu mertua saya itu seorang ibu rumah tangga penuh waktu. Ibu rumahan, tepatnya. Ibu mertua dulu pernah berbisnis membuka restoran, tapi tidak diteruskan karena kelelahan dan diraw...

Inilah Bagaimana Agar Ibu Rumah Tangga Merasa Cukup dengan Pemberian Suami? By Teh Leyla Blog

Assalamualaikum. Tulisan saya yang berjudul Saya Bangga Menjadi Ibu Rumah Tangga  rupanya dibaca oleh belasan ribu orang. Saya pun beberapa kali mendapatkan email dari ibu-ibu bekerja yang ingin resign dari pekerjaannya dan menjadi ibu rumah tangga penuh waktu. Rata-rata kendalanya sama. Khawatir dengan penghasilan suami yang pas-pasan dan takut tidak bisa memenuhi kebutuhan rumah tangga. Solusinya bagaimana? Perlu saya jelaskan bahwa ketika menulis tulisan tersebut, bukan ingin mengajak ibu-ibu untuk resign. Semata hanya untuk curhat, karena awal ngeblog ini murni curhat. Tak disangka ternyata banyak ibu yang terinspirasi ingin resign. Alasan utamanya adalah anak. Mereka ingin fokus mengurus anak-anak. Tentu itu alasan yang sangat wajar. Ibu mana yang tidak ingin dekat dengan anaknya? Menjadi ibu bekerja atau full di rumah ada plus minusnya. Ibu bekerja itu plusnya ya bisa punya penghasilan sendiri, tapi minusnya kedekatan dengan anak berkurang. Jujur saja, pasti berkurang karena ...

Inilah Sebab Saya Penulis (dan Blogger) By Teh Leyla Blog

Assalamualaikum. Semangat Senin! Suami saya sudah beberapa kali menawari berbisnis yang jauh dari profesi penulis. Awal menikah, suami mengajak saya berbisnis roti karena dulu dia pernah kerja di perusahaan pembuat tepung dan sering mengadakan demo masak di toko-toko roti. Kelihatannya dia serius sekali ingin membeli mesin-mesin pembuat roti. Bagaimana dengan saya? Saya suka roti, tapi sebatas memakannya. Saya tidak bisa (dan tidak suka) memasak. Saya hanya bisa menulis. Tapi saya seorang yang suka belajar. Jadi saya belajar memasak, termasuk membuat roti. Lebih banyak gagalnya. Suami saya bilang, bukan saya yang akan membuat roti. Saya hanya mengurusi bisnisnya. Namun sampai hari ini, toko roti itu belum terwujud. Lain waktu, suami mengajak berbisnis pakaian dengan membuka toko pakaian di mall. Lagi-lagi saya malas menjalaninya. Zaman kuliah dulu, saya pernah mencoba jualan jilbab. Ternyata saya bukan orang yang bisa bermanis mulut, menawarkan jilbab ke teman-teman agar membeli. Saya ...

Inilah Mudik Lebaran Ceria dari Selatan ke Utara By Teh Leyla Blog

Assalamualaikum. Lebaran memang sudah berlalu, tapi kenangannya masih terasa. Lebaran adalah momen yang ditunggu semua umat Muslim, karena memberikan kebahagiaan dan keceriaan. Hal yang paling saya tunggu adalah... Mudiik! Yeaaaay.... Selama sembilan tahun menikah, kami belum pernah merayakan lebaran di rumah sendiri. Selalu mudik, baik itu ke rumah orangtua dan mertua. Alhamdulillah, mudiknya dekat jadi bisa selalu diusahakan. Orangtua saya di Tangerang (kami tinggal di Bogor), sedangkan orangtua suami di Garut. Paling jauh perjalanan mudik itu ya ke Garut. Sebenarnya saya punya keluarga besar dari almarhumah Ibu di Solo, tapi sudah lama saya tidak mudik ke sana. Tahun ini akhirnya saya bisa bertemu dengan keluarga besar Solo, karena kami mengadakan halal bi halal di Pekalongan. Setelah bertahun-tahun, saya bisa bertemu keluarga besar almarhumah ibu saya. Rasanya luar biasa. Cerita lengkapnya, baca di bawah ya. Semoga kamu masih mau meneruskan membacanya. Persiapan Lebaran Berhubung k...

Inilah Ingin Memperingatkan, Malah Dituduh Memfitnah By Teh Leyla Blog

Assalamu'alaikum. Dini hari ini saya mau curhat. Unek-unek yang mengendap di dalam hati, yang sebenarnya sudah lama saya tahan demi menjaga nama baik seseorang. Akan tetapi, agaknya saya sulit untuk menahannya lagi. Dengan tetap menyimpan nama-nama yang bersangkutan, saya mau mencurahkan perasaan hati ini. Betapa beratnya menjadi pendiri sebuah komunitas yang mempertemukan anggota-anggota dari  berbagai daerah, bahkan banyak pula yang berasal dari luar negeri.  Saya pernah menemukan kutipan yang bunyinya seperti ini: "Kita baru mengenal baik buruknya seseorang kalau sudah berurusan dengannya dalam perkara UANG." Kini, saya menyadari kebenaran kutipan tersebut. Ya, uang. Uang adalah benda yang sangat dibutuhkan oleh seluruh penduduk dunia, kecuali bila Anda masih bertransaksi dengan cara barter. Uang bisa membawa kebaikan, bisa juga keburukan. Mau tidak mau, uang memang penting untuk keberlangsungan hidup kita.  Namun, jangan sampai kita terpenjara apalagi menderita oleh u...